Duet dengan Erafone, Vivo meluncurkan Vivo Y55

Pada kamis kemarin, tepatnya tanggal 3 November 2016 saya mengikuti acara peluncuran smartphone terbaru dari Vivo, yaitu Vivo Y55. Di acara ini Vivo tidak hanya sekedar meluncurkan smartphone kelas menengahnya. Namun juga mengumumkan kerjasama strategisnya dengan peritel smartphone nomor satu di Indonesia Erafone.

Dihadiri oleh James Wei sebagai CEO Vivo Indonesia dan juga Jeremy Sim sebagai CEO Erafone, tiga smartphone Vivo akan dijual di 90 outlet Erafone di seluruh Indonesia. Tiga smartphone tersebut antara lain adalah Vivo Y55, Vivo Y51 dan Vivo V3. Pada 90 outlet Erafone tersebut akan dibangun Vivo Zone untuk memajang Vivo smartphone.

James Wei memegang Vivo Y55
Jeremy Sim (CEO Erafone) dan James Wei (CEO Vivo Indonesia) foto bersama di Vivo Zone – Erafone Grand Indonesia Jakarta

Artinya gak semua outler Erafone bakal memiliki Vivo Zone seperti di Grand Indonesia Mall. Karena jumlah outlet Erafone itu lebih dari 300 outlet di seuruh nusantara. Nah untuk pembelian Vivo Y55 di outlet Erafone akan mendapatkan 3 bonus aksesoris: monopod/tongsis/selfie-stik, pelindung layar tempered glass, dan jelly case. Jadi kamu gak perlu lagi jajan aksesoris kalo beli Vivo Y55 di Erafone.

Sekarang kita bahas lebih dalam untuk spesifikasi yang ditawarkan smartphone Vivo Y55.

Vivo Y55 mengandalkan desain ramping dan cantik. Menggunakan bahan logam dan lapisan kaca 2.5D di kedua sisinya membuat hape ini terlihat anggun. Tombol pengatur volume suara diletakkan di sisi kanan, bersisian dengan tombol power di bawahnya. Sementara di sisi kanan terdapat slot Micro SIM dan Nano SIM pada satu laci (SIM-tray). Pada sisi bagian atas kamu bisa mendapatkan konektor audio 3.5mm untuk headphone dan laci memoi eksternal MicroSD. Delapan lubang berbaris rapi di sisi bagian kanan bawah sebagai lubang speaker, ada juga konektor charger dan lubang mic pada sisi yang sama.

desain Vivo Y55
desain Vivo Y55 di capture dari foto 360 derajat

Pada bagian layar, Vivo Y55 menawarkan layar dengan ukuran yang cukup ideal yaitu 5.2 inch HD. Tidak terlalu besar menurut saya. Masih cukup nyaman di genggaman dengan ukuran layar tersebut. Terdapat tiga soft key fisik dibawah layar untuk kenyamanan bernavigasi, menu, home, dan back.

Sayangnya dengan harga di atas dua juta rupiah, Vivo Y55 masih mengandalkan kamera utama berukuran 8 MPix. Namun jangan kuatir, fitur Ultra HD pada kamera Vivo Y55 dapat menghasilkan gambar berukuran 32MPix. Walaupun fitur Ultra HD membutuhkan waktu sedikit agak lama saat pengambilan gambar dan tangan kamu tidak boleh bergetar agar hasilnya maksimal. Jadi kalau fitur ini diaktifkan, bisa jadi kamu kehilangan moment.

Kamera depan Vivo Y55 juga tergolong beresolusi rendah dikelasnya. Hanya berukuran 5 MPix. Tetapi untuk menutupi kekurangan ini, Vivo menjejali fitur Smart Screen Flash untuk dapat mengambil foto diri dengan cahaya tambahan dari layar. Sehingga bisa menghasilkan potret selfie yang baik walaupun dikondisi kurang cahaya.

Untuk urusan kinerja Vivo Y55 cukup dapat diandalkan karena menggunakan prosesor Snapdragon 430 octacore 1.4GHz yang dipadukan dengan 2 GB RAM. Penyimpanan internal hanya disediakan 16 GB yang kemungkinan tersisa sekitar 10GB-11GB karena dihgunakan untuk sistem. Tapi jangan kuatir, Vivo Y55 menyediakan slot memori eksternal yang bisa membaca microSD hingga 128GB. Poin bagusnya adalah slot memori ini terpisah dari slot SIM. Sehingga kamu tetap bisa menggunakan dua SIM dan microSD secara bersamaan. Tidak seperti kebanyakan smartphone saat ini yang menggunakan slot hybrid.

Baterai pada Vivo Y55 hanya berukuran 2650 mAh, masih cukup untuk mendukung aktifitas kamu seharian tanpa perlu mencari colokan listrik. Selama penggunaan normal yah, kalau kamu heavy user pastinya tidak akan cukup.

Smartphone Vivo terbaru ini sudah menggunakan Funtouch OS versi 2.6 buatan sendiri. Sudah based on Android 6.0 Marshmallow loh. Dan ada vitur Smart Split Screen yang memungkinkan kamu untuk nonton video sambul membuka aplikasi lainnya secara bersamaan. Sayangnya untuk koneksi internet 4G LTE hanya mendukung band B1/B3/B5/B8. Artinya kartu Smartfren dan BOLT! tidak bisa kamu gunakan di Vivo Y55.

Dengan banderol 2.5 juta rupiah, berikut kesimpulan untuk Vivo Y55 yang bisa saya tarik:

kelebihan :

  1. desain cantik bodi logam dengan balutan kaca 2.5D depan-belakang
  2. dedicated microSD slot, bikin bebas pakai 2 SIM dan memori tambahan bersamaan
  3. Fitur Smart Split Screen bikin bisa nonton video sambil buka aplikasi lain, fitur yang masih jarang di smartphone menengah.

kekurangan :

  1. band LTE terbatas pada operator Telkomsel, XL, Indosat dan 3. tidak bisa pakai Smartfren & BOLT!
  2. kamera utama masih 8 MPix
  3. baterai masih 2650 mAh, sementara saat ini baterai 3000 mAh sudah menjadi standar normal.

Apakah sudah cukup menjelaskan? kalau masih belum kamu bisa kunjungi situs resmi Vivo. Semoga informasi ini bermanfaat yah.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *