Bisnis Digital Indosat tidak lagi ikut persaingan.

Senin kemarin tepatnya 16 Juni 2017, Indosat Ooredoo (Indosat) menghelat acara “Buka Bersama Indosat”. Pada acara tersebut CEO Indosat, Alex Rusli membuat pengumuman yang cukup mengejutkan. Pasalnya operator tersebut memutuskan untuk mundur dari bisnis digital. Kedepannya perusahaan akan fokus pada bisnis inti operator seperti layanan seluler, mobile internet broadband, dan kabel optik.

Berhentinya bisnis digital Indosat dimulai dengan ditutupnya secara resmi Cipika yang bergerak dalam bidang e-commerce atau jualan online pada 1 Juni 2017 lalu, pasalnya unit usaha ini sudah berjalan cukup lama namun belum bisa memberikan hasil yang memuaskan dan sustainable.

Tidak hanya Cipika, Indosat juga menutup layanan keuangan digital miliknya, Dompetku. Hal ini dilakukan karena walaupun sudah empat tahun berjalan, penggunaan dompetku hanya naik ketika sedang ada promo atau diskon. Ketika promo berakhir, penggunaan pun turut serta. Serupa dengan yang terjadi pada Cipika. Indosat sendiri tidak menjual Dompetku dan masih memiliki lisensinya.

“Saya harus mengatakan kalau sudah saatnya menyerah. Kami gak dapet value dari bisnis digital, jadinya kembali ke core bisnis saja,” ujar Alex

“Mungkin (bisnis digital) bukan untuk kami. Sekarang back to basic. Soal seluler kita punya lisensi dari pemerintah, kuncinya tinggal bagaimana menjadi efisien saja. Telko sebagai penyedia jaringan toh akan selalu ada di ekosistem (digital) itu,” tambahnya

Sehingga dipastikan Indosat Ooredoo tahun ini akan lebih fokus kembali ke bisnis telekomunikasi. Bisnis Digital Indosat yang tersisa tidak lagi gencar seperti sebelumnya. Dan seperti yang kita ketahui bahwa bisnis layanan mobile internet broadband atau penjualan paket data saat ini lebih seksi dibandingkan suara ataupun SMS. Indosat Ooredoo pun terus mencari cara untuk dapat meningkatkan penggunaan data oleh para pelanggannya.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *