black-box

Mengenal Lebih Jauh Tentang Black Box

Black Box atau kotak hitam menjadi benda yang paling diburu ketika terjadi insiden kecelakaan pesawat. Penemu alat ini adalah David Ronald de Mey Warren atau lebih dikenal dengan David Warren. David membuat Black Box terinspirasi dari sang ayah yang meninggal akibat kecelakaan pesawat. Rev Hubert Warren ayah dari David Waren, meninggal di tahun 1934 dalam insiden yang dikenal dengan peristiwa hilangnya Miss Hobart di Selat Bass, merupakan insiden kecelakaan pesawat pertama di Australia dan semua penumpang dinyatakan tidak selamat.

Baca : GeNose C19 Pendeteksi Covid19 Buatan UGM, Harga Murah, Proses Cepat dan Tidak Sakit

Awal dibuat alat ini bernama ARL Flight Memory Recorder. Prototipe Black Box mulai dibuat ditahun 1956, dimana ketika itu David sebagai peneliti untuk penyidikan terhadap hilangnya tiga pesawat jet komersil saat lepas landas, semua penumpang dinyatakan tidak selamat. Tapi prototipe tersebut ditolak oleh pemerintah Australia karena disinyalir sebagai alat mata-mata. Oleh perusahaan Inggris S. Davall and Son, alat ini diterima dan mulai dikomersilkan. Hingga saat ini Black Box merupakan alat yang wajib ada di semua pesawat diseluruh dunia.

Alat ini berfungsi untuk merekam data waktu, ketinggian, kecepatan angin, arah pesawat, pergerakan sayap, auto pilot, bahan bakar dan setiap keputusan pilot. Satu unit menghasilkan lebih dari beberapa terabytes data sehingga data sukar dikirim lewat internet saat penerbangan. Rekaman data penerbangan maksimal 25 jam sedangkan rekaman suara maksimum 2 jam. Harga nya berkisar 10.000-15.000 Dollar Amerika.

Baca : Aplikasi Messaging Satu Ini Tidak Mengumpulkan Data Pengguna Sama Sekali

Salah satu teknologi yang ada dalam alat ini adalah Underwater Locator Beacon (ULB), yang berfungsi untuk mengirim sinyal/ping ketika seonsornya menyentuh air, bisa mentransmisikan sinyal dari kedalaman 4200 m dan akan mengirim ping satu kali satu detik selama 30 hari.

Ketika kotak hitam ini ditemukan, selain suara pilot penyidik bisa mendapatkan berbagai informasi lain seperti suara mesin, bunyi sinyal-sinyal darurat, peralatan yang macet atau putaran mesin.

Baca : Apa Saja Kebijakan Baru WhatsApp?

Sebelum diluncurkan alat ini menjalani serangkaian tes meliputi pembakaran dalam suhu 1.110 derajat celcius selama 1 jam, pembakaran dalam 260 derajay celcius selama 10 jam, dijatuhkan pemberat 227 kg dari ketinggian 3 meter untuk menguji poros paling rapuh, dan dilontarkan dari meriam air untuk memberikan tekanan 3400G. Makanya alat ini tetap aman walaupun pesawat hancur dan jatuh dikedalam laut.

Share This:

Related Posts

Leave a Reply