whatsapp

Kata Pemilik Telegram, WhatsApp Seperti “Kuda Troya” Maksudnya?

Pavel Durov pendiri Telegram seringkali menyatakan ketidaksukaannya terhadap WhatsApp. Hal itu jauh disampaikan Durov sebelum adanya kebijakan dan privasi whatsApp per Januari 2021 yang membuat aplikasi perpesanan ini banyak ditinggalkan penggunanya.

Pada November 2019 lalu, Durov menulis di blog yang menyarankan user untuk menghapus aplikasi perpesanan ini lantaran maraknya celah keamanan. Itu menyusul kabar spyware dari perusahaan Israel, NSO Group, bisa menginfeksi aplikasi ini dan membobol datanya cukup dengan panggilan telepon yang bahkan tak perlu diterima. “Kecuali Anda tak masalah semua foto dan pesan anda terbuka untuk publik suatu hari, Anda harus menghapus aplikasi ini dari ponsel Anda,” cetus Durov pada ratusan ribu pengikutnya di channel Telegram.

Baca : BiP, Aplikasi Perpesanan dari Turki Pengganti WhatsApp

Durov juga mengatakan bahwa WhatsApp seperti “kuda troya” yang dimanfaatkan untuk memata-matai foto dan user penggunanya. Ia juga melontarkan rasa tidak percaya terhadap sang induk, Facebook. “Facebook telah menjadi bagian dari program pengintaian jauh sebelum mereka mengakuisisi aplikasi ini. Naif berpikir bahwa perusahaan ini akan mengubah kebijakan setelah akuisisi,” paparnya.

Menurutnya, celah yang terus muncul dari aplikasi messaging ini adalah sebagai akibat dari kompromi antara Facebook dengan pemerintah atau lembaga intelijen. “Cenderung sangat jarang seseorang bisa tidak sengaja melakukan error keamanan yang besar, cocok untuk pengintaian, secara rutin,” tandasnya.

Baca : Apa Saja Kebijakan Baru WhatsApp?

Pada awal tahun 2019 lalu, muncul kabar bahwa ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diangkut informasinya karena malware yang dikirim melalui WhatsApp. Tapi Facebook mengklaim bahwa pembajakan ponsel Bezos ada di iOS. Padahal Masalah ini bukan di iOS tapi di aplikasi perpesanannya.

Tapi Celah keamanan WhatsApp berupa video corrupt ini tak hanya ada di iOS tapi juga Android dan bahkan perangkat Windows Phone. Artinya, seluruh perangkat mobile yang diinstall WhatsApp. Cacat keamanan ini tidak ada di layanan messaging lainnya di iOS. Seandainya Jeff Bezos tidak memakai WhatsApp, dia tidak akan diperas oleh orang yang melacak komunikasinya, jelas Durov.

Baca : Kebijakan WhatsApp membuat Signal dan Telegram Naik Popularitas

WhatsApp mengklaim aplikasinya ini mengandalkan penyandian atau enskripsi end to end, di mana pesan hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima. Tapi menurut Durov, teknologi itu tidak secara absolut dapat melindungi privasi user. Dikatakan aplikasi ini punya backdoor atau pintu belakang yang dimanfaatkan aparat. Aparat tidak senang dengan enskripsi, memaksa developer aplikasi menanam celah di aplikasinya.

Kenapa Durov begitu tahu banyak tentang hal ini? Ternyata Durov pernah didekati beberapa dari mereka dan menolak kerjasama, akibatnya Telegram dilarang dibeberapa negara di mana WhatsApp tak bermasalah. Bahaya juga ya kalau memang hal ini ternyata benar. Tapi sekarang banyak aplikasi perpesanan yang naik popularitasnya. Selain Telegram, Signal ada juga BIP.

Share This:

Related Posts

Leave a Reply