wilayah 5G diindonesia

Hasil Lelang Frekuensi 5G DiBatalkan, Lelang diBuka Kembali

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengumumkan bahwa proses seleksi pengguna pita frekuensi 2,3 GHz pada rentang 2.360—2.390 MHz untuk keperluan penyelenggaraan jaringan 5G dinyatakan dihentikan prosesnya. Hal tersebut dibenarkan oleh menteri Komunikasi dan Informatika ( Kominfo ) Johnny G Plate bahwa hasil lelang 5G dibatalkan. Namun begitu, implementasi jaringan 5G akan tetap berjalan meski proses seleksi frekuensi radio 2,3GHz, yang merupakan salah satu band untuk jaringan internet generasi kelima dihentikan.

Baca : 3 Operator ini Menghidupkan 5G di Daerah Mana Aja?

Penghentian proses seleksi tersebut diambil sebagai sebuah langkah kehati-hatian dan kecermatan dari Kementerian Kominfo guna menyelaraskan setiap bagian dari proses seleksi ini dengan ketentuan peraturan perundang-undangan berkaitan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika, khususnya Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2015.

“Pada prinsipnya panitia lelang sangat memperhatikan akuntabilitas dan proses yang prudent atas lelang spektrum 2,3 GHz tersebut. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepastian hukum dan iklim investasi agar terjaga dengan baik,” ujar Johnny. Tim terkait sudah menyampaikan surat resmi atas penghentian lelang dan telah menyerahkan dokumen jaminan keikutsertaan seleksi (bid bond) pada Jumat 22 Januari kemarin kepada para perwakilan peserta seleksi yang dalam hal ini adalah Telkomsel, Tri Indonesia dan Smartfren.

Baca : Welcome 5G Indonesia 2021

Sebelumnya pada Desember lalu Kominfo telah mengumumkan hasil seleksi penggunaan blok pita frekuensi radio 2,3 GHz pada rentang 2.360-2.390 MHz yang nantinya bisa digunakan untuk jaringan 5G di Indonesia. Tiga operator seluler yang dinyatakan lolos seleksi oleh Kominfo yakni Smartfren, Telkomsel, dan Hutchison Tri Indonesia. Alokasi pita frekuensi yang dilelang adalah sebesar 30 Mhz yang terdiri dari tiga blok, yakni blok A, B, dan C masing-masing blok memiliki nilai penawaran yang sama yaitu Rp144,8 miliar. Namun hasil lelang 5G tersebut dibatalkan.

Kominfo akan mengambil langkah-langkah untuk menindak lanjuti hal ini agar 5G di Indonesia bisa terealisasi tahun 2021 ini. Pelelangan spektrum 2,3 GHz akan terus dilanjutkan oleh panitia lelang dan diharapkan akan selesai dalam waktu dekat.

Baca : Wilayah Ini Yang Mengawali Penggelaran 5G di Tahun ini

Share This:

Related Posts

2 thoughts on “Hasil Lelang Frekuensi 5G DiBatalkan, Lelang diBuka Kembali

Leave a Reply