Virtual Reality

Virtual Reality (VR) Untuk Belajar Online Sekaligus Interaksi Sosial

Hampir satu tahun pembelajaran dilakukan secara online karena dampak dari Covid-19. Sejak virus ini melanda, kegiatan belajar mengajar full dilakukan secara online membuat guru dan murid minim interaksi sosial. VR atau Virtual Reality bisa menjadi solusi untuk pembelajaran online tapi tetap bisa berinteraksi sosial secara virtual. Bagi Mahasiswa yang membutuhkan praktikum, alat ini juga bisa menjadi solusi.

Baca : Realme V11 5G Harga 2 Jutaan Rilis, Ini Spesifikasinya

Jane Ross STEAM Coach dalam acara Visual EdTech Conference ‘DisruptED 2021: (BC) Before Corona to After Disease (AD)’, Jumat (5/2/2021), menjelaskan bahwa dirinya sudah sering menggunakan VR dalam kegiatan belajar mengajar. Jane mengatakan dengan memakai perangkat ini bisa meningkatkan kualitas belajar online. Guru dan murid bisa berinteraksi, bertemu dalam ruangan virtual, bisa menggerakkan tangan dan badan sehingga kegiatan belajar mengajar tidak monoton dan interaksi sosial bisa berjalan. Kalau menggunakan zoom harus berbicara bergantian, jadi kaku.

Jane menyarankan untuk alat VR atau Virtual Reality ini digunakan untuk usia diatas kelas 4 SD. Penggunaan perangkat ini juga harus dibatasi, dibuat sesingkat mungkin misalnya durasi 15 menit karena screen time perangkat ini berbeda dengan layar komputer.

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Jawa Timur, pada Jumat (5/2/2021) telah meresmikan Laboratorium Virtual Reality dan Microteaching. Peresmian dua laboratorium tersebut sebagai bentuk langkah inovatif terkait model pembelajaran yang mensyaratkan dan mewajibkan adanya praktikum pada perkuliahan di tengah pandemi COVID-19. Dengan adanya laboratorium tersebut mahasiswa bisa praktek secara langsung menggunakan teknologi VR ini.

Namun Kurangnya daya beli di Indonesia menjadi hambatan bagi pembelajaran online menggunakan perangkat ini. Nico Alyus, CEO OmniVR, berpendapat bahwa Indonesia masih sulit mengimplementasikan teknologi VR. Nico mengatakan UMR di Indonesia yang masih hanya 3,5-4 juta dibanding dengan harga komplit VR yang mencapai Rp 40 juta menjadi kendala besar untuk mengimplementasikan teknologi ini dalam pembelajaran jarak jauh selama pandemi berlangsung. Dari data internal OmniVR, selama tiga tahun terakhir yaitu dari 2016-2019 alat VR yang terjual hanya 228 unit di Indonesia.

Dikatakan oleh Nico bahwa alat VR masih menargetkan negara-negara yang mampu spending money 2-3 ribu dollar Amerika. Namun demikian OmniVR terus berupaya mengenalkan perangkat ini di Indonesia agar masyarakat Indonesia mengenal teknologi tersebut.

Baca : Lenovo Legion Slim 7i, Laptop Gaming Teringan di Dunia

Share This:

Related Posts

5 thoughts on “Virtual Reality (VR) Untuk Belajar Online Sekaligus Interaksi Sosial

  1. Pingback: microsoft exchange
  2. Pingback: Deepweb

Leave a Reply

Your email address will not be published.


Notice: Undefined index: fairy-go-to-top-icon in /home/u2620349/public_html/wp-content/themes/fairy/candidthemes/functions/hook-footer.php on line 15