smartfren 5G

Uji Coba Jaringan 5G Smartfren di 26-28 GHz dengan Kecepatan?

Smartfren bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan uji coba jaringan 5G di kantor smartfren di jalan Sabang, Jakarta. Uji coba 5G Smartfren di spektrum frekuensi tinggi yaitu 26-28 GHz atau mmWave. Dalam uji coba tersebut smartfren menggandeng Qualcomm dan ZTE sebagai mitra penyedia teknologi 5G. Ini adalah uji coba kedua dari Smartfren. Sebelumnya uji coba dilakukan di daerah Marunda, Jakarta Utara pada 2019 dengan menggunakan frekuensi yang sama yaitu 28 GHz dengan kecepatan mencapai 8,7 Gbps.

Baca : Jaringan 5G Indosat Beda Sendiri. Lokasinya Dimana Saja?

Dalam salah satu ujinya kemarin, dengan menggunakan mobile WiFi yang terkoneksi ke laptop, kecepatan mengunduh dengan jaringan 5G Smartfren berada di rentang 1,7 sampai 1,8 Gbps. Diklaim kecepatan itu lima kali lebih cepat dari kecepatan unduh jaringan 4G.

Selain kecepatan download, kualitas menonton video 4K di YouTube juga jadi aspek yang dijajal. Ternyata, dari demo tersebut, jaringan 5G Smartfren terbilang mulus untuk menyaksikan video beresolusi 2.160 piksel atau 4K di YouTube.

Uji coba yang dilakukan Smartfren bukanlah untuk mendapatkan surat keterangan layak operasi (SKLO) yang digunakan sebagai syarat untuk bisa menggelar jaringan 5G secara komersil di Indonesia. Uji coba tersebut untuk melihat bagaimana penerapan 5G di frekuensi tinggi dan melihat bagaimana sifat-sifat dari spektrum yang tinggi ini untuk menggelar layanan seluler, khususnya 5G. Trial ini dilakukan sebelum spektrum frekuensi 28GHz dilelang nantinya oleh Smartfren.

Selain itu Direktur Standarisasi Perangkat Pos dan Informatika Kemkominfo, Mulyadi, mengatakan belum membuka lelang untuk spektrum frekuensi 26 Ghz. Jadi uji coba ini hanya suatu penelitian atau review saja.

Smartfren sendiri telah mendapatkan pita frekuensi 2,3 Ghz dan siap mengajukan Uji Laik Operasi (ULO) 5G ke Kementerian Komunikasi dan Informatika agar bisa mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO) 5G seperti yang telah diperoleh Telkomsel dan Indosat. Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys memaparkan, saat Smartfren siap menggelar internet 5G, pihaknya ingin menggelar jaringan generasi kelima tersebut secara totalitas, bukan layanan yang sepotong-sepotong.

Untuk itulah, Smartfren perlu menata spektrum frekuensi yang ada saat ini. Sehingga, pelanggan tidak terganggu untuk menikmati layanan 5G secara maksimal. Selain itu SMartfren berencana merger dengan Moratelindo selaku penyelenggara infrastruktur jaringan serat optik telekomunikasi, dan membeli saham Moratelindo melalui anak perusahaannya

“Proses masih berjalan. Banyak hal yang perlu disiapkan dulu untuk mengubah lokasi spektrum, lalu mengarahkan pengguna sebelumnya ke pengguna baru. Jadi ini masih dalam proses semua,” tambah Merza.

Baca : Beberapa Hal Penting Untuk Menikmati 5G Selain Wilayah, Ponsel, Apalagi?

Share This:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.