indosat tri merger

Indosat dan Tri Merger Jadi PT Indosat Ooredoo Hutchison

Dua operator seluler di Indonesia yaitu Indosat Ooredoo dan Tri resmi merger. Hasil penggabungan dua operator ini bernama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (“Indosat Ooredoo Hutchison”). Perusahaan ini akan menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia dengan jumlah pendapatan tahunan berkisar US$3 miliar.

Baca : Indosat Ooredoo luncurkan 5G yang didukung Ericsson di Jakarta

Penggabungan Indosat dan Tri diperkirakan akan rampung di akhir tahun 2021 karena masih bergantung pada persetujuan dari pemegang saham Ooredoo Group, CK Hutchison, dan Indosat Ooredoo, persetujuan regulator, serta berbagai syarat dan ketentuan. Setelahnya diharapkan akan menyatukan dua bisnis yang saling melengkapi dari penggabungan aset dan produknya untuk menciptakan sebuah perusahaan telekomunikasi digital dan internet yang lebih besar dan lebih kuat secara komersial. Selain itu dapat memberikan nilai tambah kepada semua pemegang saham, pelanggan, dan masyarakat Indonesia.

Setelah Indosat dan Tri merger ini prosesnya rampung, posisi pimpinan akan dikendalikan secara bersama-sama dari induk Indosat dan induk Tri dengan persetujuan pemegang saham Indosat Ooredoo dengan menominasikan Vikram Sinha sebagai CEO dan Nicky Lee sebagai CFO Indosat Ooredoo Hutchison. Ahmad Al-Neama akan tetap menjalankan tugasnya sebagai President Director and CEO Indosat Ooredoo, sedangkan Cliff Woo akan tetap bertugas sebagai CEO H3I hingga proses merger selesai. Selanjutnya, jika disetujui Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama dan Cliff Woo akan duduk di Dewan Komisaris perusahaan gabungan.

PT Indosat Ooredoo Hutchison nantinya bisa memanfaatkan pengalaman dan keahlian Ooredoo Group dan CK Hutchison dalam hal jaringan, teknologi, produk, serta layanan. Selain itu dapat mengambil keuntungan dari operasi multinasional yang dimiliki Ooredoo Group dan CK Hutchison yang tersebar di pasar Eropa, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Pasifik.

Dari hasil laporan dikatakan bahwa Indosat dan Tri mempunyai catatan kinerja berbeda selama pandemi. Indosat cenderung stabil dengan pendapatan senilai Rp14,98 triliun pada kuartal II/2021, naik 11,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara Tri Indonesia, pada kuartal II/2021, hanya membukukan pendapatan sekitar Rp6,93 triliun, turun 6 persen secara tahunan. Indosat memiliki sekitar 60 juta pelanggan, sementara 3 Indonesia memiliki sekitar 44 juta pelanggan hingga kuartal II/2021.

Baca : Menkominfo Minta Unlock Jaringan 5G di Ponsel

Share This:

Related Posts